Lestarikan Budaya dengan Bersih Desa

Written By KIM SIMBAHGERIT on Sabtu, 22 Agustus 2015 | 03.17

Purwosari -  Bersih Desa Purwosari (21/8), merupakan tradisi masyarakat yang sudah berlangsung secara turun-temurun. Bersih Desa merupakan ungkapan rasa syukur masyarakat atas rizki yang telah diterima dari yang kuasa. Dengan disyukuri diharapkan kebaikannya ditambah dan desa dijauhkan dari musibah.

Menurut Ketua Panitia Bersih Desa, Sandi,"Bagi masyarakat bersih desa  merupakan kegiatan tahunan yang dilaksanakan di Pesarean/makam mbah Gerit pada hari Jum'at Pahing," ujarnya.

Masyarakat membuat nasi dengan bumbu tahu, tempe, telur, mie dan ikan. Mereka berkumpul di pesarean Mbah Gerit untuk menggelar bersih desa. "ini masaknya dari pagi," ucap yati (34) sambil menunjukan nasi yang dibawa.


Warga berkumpul di pesarean Mbah Gerit. "Enak mas, udaranya sejuk karena banyak pohon yang rindang", ujar Sipan (62) salah satu warga Desa Purwosari.

Acara dimulai dengan pembukaan. Kemudian sambutan Kepala Desa Purwosari. "Mari kita jaga budaya bangsa agar lestari," ujar H. Harijanto. Selanjutnya laporan keuangan perolehan hasil iuran warga. Acara ditutup do'a oleh Kaur Kesra Desa Purwosari, yang diamini warga. Dan nasipun dibagi bersama.

Gamelan dibunyikan, pagelaran wayang kulit dimulai. Wayang kulit digelar siang dan malam.  Dengan dalang Ki Sunyoto Sarimun dari Desa Mbanjarejo Kecamatan Padangan pada malam harinya, yang asli kelahiran Desa Purwosari. (SKR/Simbahgerit)

Ditulis Oleh : KIM SIMBAHGERIT ~ KIM MBAH GERIT

Muh.Akram Anda sedang membaca artikel berjudul Lestarikan Budaya dengan Bersih Desa yang ditulis oleh KIM MBAH GERIT yang berisi tentang : Dan Maaf, Anda tidak diperbolehkan mengcopy paste artikel ini.

Blog, Updated at: 03.17

0 komentar :

Posting Komentar

Terpopuler